Tampilkan postingan dengan label Seputar Keluarga part-2. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2016

Bercerai Karena Beda Keyakinan

Mukidi adalah seorang perjaka tua yang hidup sebatang kara. Setelah sekian lama hidup sendiri, akhirnya ia temukan cinta sejatinya. Banyak kecocokan diantara mereka, tapi sayang, mereka ternyata berbeda keyakinan. Setelah 3 tahun berumah tangga, akhirnya mereka bercerai gara-gara beda keyakinan.

"Sepertinya kalian hidup rukun, tapi kok bisa sampai bercerai sih, gimana ceritanya?" tanya Johan yang penasaran banget

"Ya, kami memang terlihat akur, serasi, dan banyak kecocokan, tapi sayangnya, aku dan istriku memiliki keyakinan yang berbeda"

"Loh, apa Istrimu pindah Agama?!"

"Enggak" jawab Mukidi

"Katanya tadi beda keyakinan, gimana sih?" tanya Johan yang semakin penasaran

"Iya, beda keyakinan. Selama ini aku tuh yakin banget kalau aku ini ganteng, maco, manis, dan cool. Tapi istriku tidak bisa menerima keyakinanku, dan selalu mempermasalahkannya."

Pengakuan Suami Tukang Selingkuh

Seorang suami terbaring lemas di rumah sakit. Ketika merasa umurnya sudah tidak panjang lagi, sang suami mengakui semua perbuatannya yang telah selingkuh dengan beberapa wanita.

"Ma.. Maafkan papa, selama ini tidak pernah cerita ke Mama soal Yanti. Dia adalah istri simpanan Papa"

"Gak apa-apa, Pa.. Mama sudah tau kok."

"Papa juga memperistri rekan kerja mama, Imah."

"Iya, Pa. Mama juga sudah tau itu"

"Terakhir, papa juga nikah sembunyi-sembunyi sama Fatonah di Jember."

Sambil pasang muka senyum yang adem, si istri berkata..

"Sudahlah, Pa.. Jangan terlalu difikirkan. Mama sudah tahu semuanya sejak dulu. Sekarang papa istirahat aja, biarkan Racun yang papa minum tadi bekerja."

Saran Liburan Dari Dokter

Seorang wanita sedang konsultasi ke Dokter di Rumah Sakit. Ia menceritakan panjang lebar mengenai kesehatannya yang kian menurun akhir-akhir ini. Setelah mendapat saran, ia pun pulang. Setibanya dirumah, suaminya bertanya.

"Gimana Ma, apa kata Dokter?"

"Dokter bilang sih, mama jadi lesu karna stress. Dokter kasih saran supaya kita rileks dengan liburan ke Paris, New York, London, Tokyo atau Sydney. Enaknya kita pergi ke mana, Pa?"

"Enaknya kita pergi ke dokter lain saja" jawab suami kesal.

Kode Rahasia Berhubungan Intim

Mukidi dan Paijem adalah pasangan suami istri yang memiliki seorang anak umur 12 tahun. Suatu saat mereka ingin nambah momongan, tapi takut diketahui oleh anaknya saat akan berhubungan badan.

"Mas, gimana nih jadi gak kita bikin dedek lagi?" tanya Paijem
"Maunya sih gitu, tapi kita pakai kode ya kalau mau gitu-gituan, ntar anak kita tau lagi dengan apa yang mau kita garap."
"Sip lah, tapi apa kodenya?"
"Hm.. gimana kalau ISI PULSA?"
"Oke, saya setuju!!"

Suatu malam, Mukidi mendekati istrinya..
"Ma, isi pulsa yuk."

Karena capek baru pulang kantor, Paijem menjawab
"Maaf Mas, Ijem lagi lowbet"

Malam berikutnya Mukidi coba lagi
"Ma, isi pulsa yuk"

Karena Paijem lagi gak mut, ia pun menjawab
"Aduh, Mas, signalnya lemah nih"

Malam berikutnya mukidi ngajak lagi
"Ma, signalnya udah kenceng belum?"

Lagi-lagi Ijem menolak karena lagi datang bulan
"Maaf pa, jaringan udah kuat banget, tapi HP-nya basah kena ujan"

Seminggu setelah haid, Paijem yang gantian kebelet pengen anu. Ia pun menawarkan diri
"Mas, isi pulsa yuk"

Dengan santai Mukidi menjawab. "Maaf Ma, papa udah ganti kartu"

Keluarga Pembohong

Disebuah kota, hiduplah keluarga Mukidi yang terkenal paling kaya raya di kota tersebut. Apapun yang ingin di beli, pasti keturutan. Bahkan jika di hitung-hitung, kekayaan Mukidi tak kan habis dimakan satu keluarga untuk 7 turunan.

Suatu ketika, Mukidi melihat sebuah iklan di TV yang menunjukkan betapa hebatnya robot ciptaan profesor asal prancis itu. Robot tersebut dinamai dengan Robot Kejujuran.

Pada iklan tersebut, apabila ada orang berkata kebohongan, maka si robot akan menampar pembohong. Tentu robot canggih itu sangatlah mahal harganya. Pada iklan di promosikan dengan harga jual sebesar US 1.000.000,- atau setara dengan 14 Milyar rupiah.

Namun mengeluarkan uang sebanyak itu tidak akan membuat keluarga Mukidi jatuh miskin. Lalu ia coba menghubungi penjual, untuk proses transaksi.

Beberapa hari kemudian setelah uang di transfer ke penjual, sebuah mobil khusus mengantarkan Robot Kejujuran ke rumah Mukidi.

Keesokan harinya, anak Mukidi yang masih pelajar SMP pergi tanpa pamitan, kasih kabar pun tidak. Mukidi beserta istrinya jadi cemas lantaran tidak biasanya anak semata wayangnya keluyuran sampai malam.

Ditunggu-tunggu sampai jam 12 malam tak kunjung pulang, mau di telpon, HP nya tidak aktif. Tiba-tiba, terdengar suara (kreeeekk) dari depan rumah. Ternyata itu adalah suara pintu pagar yang dibuka oleh anaknya.

"Akhirnya pulang juga" kata Mukidi.
"Kemana saja kamu? jam segini baru pulang?" tanya mukidi dengan wajah garang.
"Dari rumah pak guru. Membahas acara perpisahan anak kelas 3 besok, Pa.." jawab si anak

*PLAK!!* Robot Kejujuran menampar si anak

"Nah, ditampar kan, itu artinya kamu berbohong. Sekarang jawab jujur, kemana saja kamu semalam?"
"Maaf, Pa.. Aku habis nonton film."
"Film apa?"
"Film KungFu, Pa.."

*PLAK!!!* Robot kejujuran menampar lagi

"Ayo katakan, film apa yang kamu tonton??"
"Anu, Pa.. Film P0RN0"

Mendengar pengakuan akaknya itu, Mukidi marah besar!!

"Kamu itu ya, masih kecil sudah kesitu pikirannya.. Mau jadi apa kamu nanti, kurang ajar.. bikin malu aja.. Contoh papa nih, waktu seumuran kamu, gak pernah nonton yang begituan.."

*PLAK!!!* Tiba-tiba Robot Kejujuran menampar Mukidi

Suasana menjadi hening..

Istri Mukidi yang dari tadi hanya menjadi pendengar, kini ikut ambil suara. "Tuh kan, bener apa kata pepatah. Buah jatuh gak akan jauh dari pohonnya. Biar gitu-gitu juga dia itu anakmu, Mas. Jadi..."

*PLAK!!!* Robot Kejujuran menampar istri mukidi!!

Setelah peristiwa ini, akhirnya keluarga Mukidi sepakat untuk merubah nama robot menjadi (Robot Pembawa Sial).

Kamis, 22 September 2016

Harus Menunggu Sebelum Makan

Saat itu kami sedang makan di sebuah rumah makan Ampera. Tempatnya besar dan banyak pembelinya, termasuk sepasang kakek nenek yang sedang menunggu pesanan mereka datang. Aku dan teman-teman duduk berdekatan dengan kakek dan nenek itu.

Beberapa menit kemudian, pesanan mereka tiba. Ada banyak menu makanan untuk di santap. Ikan bakar, ayam goreng, sayur mayur dan sambal balado.

Tapi agak aneh, makanan segitu banyak hanya dimakan oleh satu orang, yaitu si kakek saja. Sedangkan si nenek hanya berdiam diri melihat suaminya menyantap makanan.

Karena kami duduk berdekatan, aku pun iseng-iseng tanya. "Nenek gak makan?" tanyaku. Lalu nenek itu menjawab, "Nanti saja, aku lagi menunggu" kata nenek.

Aku hanya mengangguk saja. Tapi masih penasaran dengan maksud si nenek. Akupun bertanya lagi, "menunggu maksudnya nek? bukankah menu makanan sudah lengkap?" tanyaku lagi.

"Bukan menunggu makanan, tapi menunggu GIGI!" jawab si nenek sambil menunjuk mulut kakek yang giginya goyang-goyang. "Kami gantian soalnya" tambah si nenek.

KONTEN DI SITUS INI TELAH DI PINDAHKAN KE
HTTP:// CERITA LUCU .SERBALUCU.COM Klik tautan diatas untuk melanjutkan..